Tugas Individu Untuk Pertemuan VIII KSHP 2015

Nama              : Rizky Fajrina O. F.

No. Regisrasi   : 1215110574

Penelitian Meta Analisis

Menurut Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007 Meta Analisis adalah teknik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efect size. Efect size dicari dengan cara mencari selisih rata-rata kelas eksperimen dengan rata-rata kelas control, kemudian dibagi dengan standar deviasi kelas control. Effect size, yakni perbedaan kejadian efek antara kelompok.

Menurut Merriyana (2006: 104)  secara sederhana Meta Analisis dapat diartikan sebagai analisis atas analisis. Sebagai penelitian, Meta Analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Meta Analisis merupakan salah satu cara membuat rangkuman hasil penelitian secara kuantitatif. Gagasan Meta Analisis muncul dari Glass (1976) disajikan pada penemuan psikolog Amerika. Meta Analisis ingin menjawab pertanyaan: apakah ada perbedaan antara kelompok percobaan dan kelompok pembanding, jika didasarkan dari hasil-hasil penelitian yang terus bertambah dari  tahun ke tahun” (Sutrisno, 2007: 4-9).

Meta Analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya (Glass, 1981).

Sutjipto (1995) bahwa Meta Analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif.

Sugiyanto (2004) Meta Analisis merupakan studi dengan cara menganalisis data yang berasal dari studi primer. Hasil analisis studi primer dipakai sebagai dasar untuk menerima atau mendukung hipotesis,  menolak atau menggugurkan hipotesis yang diajukan oleh beberapa peneliti.

Jadi, Meta Analisis adalah suatu teknik penelitian dengan cara menganalisis sejumlah data statistik hasil penelitian dengan cara kuantitatif.

Tujuan Penelitian Meta Analisis

Tujuan meta-analisis pada umumnya tidak berbeda dengan jenis penelitian klinis lainnya, yaitu:

  • Untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel
  • Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan)
  • Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.

Selain itu, tujuan penelitian Meta Analisis menurut Borg (1983) bahwa, Meta Analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.  Menurut kesimpulan saya, tujuan Meta Analisis lainnya adalah untuk melengkapi maksud lain dari hasil penelitian, merangkum berbagai hasil penelitian dan sebagai dasar pendukung suatu hipotesis yang diajukan oleh peneliti.

Jenis Penelitian Meta Analisis

Terdapat beberapa jenis penelitian Meta Analisis yang dapat dilakukan dalam melakukannya bagi beberapa calon peneliti nantinya, diantaranya:

Penelitian Eksperimental

Penelitian eksperimental adalah metode ilmiah yang paling meyakinkan. Karena peneliti sebenarnya memberikan perlakuan yang berbeda dan kemudian studi efek mereka, hasil dari penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak interpretasi secara jelas.

Penelitian Korelasional

Jenis penelitian ini dapat membantu kita membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih ada hubungan dari beberapa tipe. Pendekatan ini memerlukan manipulasi tidak ada pada bagian peneliti selain melayani iklan-instrumen (s) yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang diinginkan.

Penelitian Penyebab-Perbandingan

Penelitian Penyebab-Perbandingan ini dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, ini disebut kembali pencarian kausal-komparatif. Namun demikian, meskipun masalah penafsiran, studi kausal-komparatif adalah nilai dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebab variasi yang diamati dalam pola perilaku siswa. Dalam hal ini, mereka sangat mirip dengan studi korelasional.

 Penelitian Survei

Penelitian survey merupakan metode menentukan data penelitian untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Hal ini disebut survei pencarian ulang. Ini macam pertanyaan terbaik dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar individu seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi. Ketika sebuah jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi, penelitian ini disebut wawancara. Kemudian tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam bentuk frekuensi atau persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu untuk setiap pertanyaan.

Penelitian Etnografi

Penekanan dalam jenis penelitian adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. Sebuah ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan sebagai dasar, para siswa dan guru dilibatkan mungkin diwawancarai dalam upaya untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang terjadi di kelas.

Penelitian Sejarah

Dalam jenis penelitian ini, beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar.

Penelitian Tindakan

Penelitian Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat.

Metode Penelitian Meta Analisis

Penelitian Meta Analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya.  Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat Ex Post Facto yang berbentuk survey dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu Meta Analisis:

  • Glass (1981) fokus pada deteksi dari moderator variabel.
  • Hedges dan Olkin (1985) memakai teknik weighted least squares
  • Rosenthal dan Rubin (1991) sama seperti Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test signifikansi untuk mengkombinasikan effect size
  • Hunter dan Schmidt (1990) bedanya dengan yang lain adalah metode ini berusaha mengkoreksi error potensial sebelum Meta Analisis mengintegrasikan effect study antar studi.
  • Analysis of Moderator Effects

Berikut ini adalah metode umum dalam Detecting/Assessing Moderator Effects

  1. Graphing – OLS regression
  2. Q Stastistics (chi-square test) – WLS regression
  3. Variance analysis – Partition test
  4. Outlier test
  • Mediator Assessment Methods

Merupakan teknik yang penting dalam metode Meta Analisis yang berfungsi untuk meng-address hubungan struktural, menganalisa apakah korelasi matriks dari populasi umum mendasari sebuah himpunan dari hasil empiris yang didapatkan. Ada dua alternatif pendekatan untuk mempelajari mediator effect, yaitu:

  1. Mengkombinasi dan menganalisa korelasi pengembangan Meta Analisis
  2. Studi koefisien secara langsung dari kepentingan sebagai effect size

Teknik Hunter dan Schmidt lebih sering digunakan karena teknik ini dianggap oleh para peneliti sebagai teknik yang  paling lengkap, karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size, teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement, maupun man made error (artifact) yang lain.

Hunter, J.E., & Schmidt, F.L.(1990 )mengemukakan langkah-langkah/metode analisis korelasi meta-analisis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Transformasi harga F ke dalam t, d, dan r
  2. Bare Bone Meta Analysis: Koreksi Kesalahan sampel
  • Menghitung mean korelasi populasi
  • Menghitung varians rxy
  • Menghitung varians kesalahan pengambilan sampel
  • Dampak pengambilan sampel

3. Artefak yang lain: Koreksi Kesalahan Pengukuran

  • Menghitung mean gabungan
  • Menghitung korelasi populasi yang dikoreksi oleh kesalahan pengukuran
  • Interval kepercayaan
  • Dampak variasi reliabilitas

Kesimpulan

Kesimpulannya, Meta Analisis merupakan suatu teknik penelitian dengan cara merangkum dan menanalisis dengan menggunakan data statistik dengan cara kuantitatif untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian yang bertujuan untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel.

Sumber

astvat-ereta.blogspot.com/2013/04/apa-sih-yang-dimaksud-penelitian-meta_5007.html diunduh pada Kamis, 09 April 2015 pukul 19:43 WIB

pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/05/meta_analisis.pdf diunduh pada Kamis, 09 April 2015 pukul 22:13 WIB

syehaceh.wordpress.com/2008/05/15/konsep-meta-analysis/ diunduh pada Kamis, 09 April 2015 pukul 19:43 WIB

Iklan