PBAC 2015-Tugas 1 (Individu)

Nama : Rizky Fajrina O. F. (1215110574)

Buku adalah salah satu hal yang penting dalam kehidupan kita terutama peserta didik. Menurut Sitepu, buku adalah kumpulan kertas berisi informasi, tercetak, disusun secara sistematis, dijilid serta bagian luarnya diberi pelindung terbuat dari kertas tebal, karton, atau bahan lain. Dari buku kita mendapat banyak informasi, ilmu pengetahuan, sumber inspirasi atau ide dan lain-lain. Oleh karena itu, buku disebut sebagai jendela dunia sehingga buku terutama buku cetak merupakan salah satu sumber belajar yang nyata wujudnya. Untuk menarik minat membaca dibutuhkan rancangan yang tepat. Dalam merancang buku mulai dari design sampul, pemilihan warna, jenis tulisan atau teks, ilustrasi, jenis kertas dibutuhkan rancangan yang tepat agar menarik minat pembaca. Sampul atau cover buku diharapkan dapat menggambarkan secara garis besar konten/isi buku tersebut. Pemilihan bahasa pada naskah disesuaikan dengan sasaran pembaca serta sumber harus dicantumkan jika mengutip dari buku lain.

Dalam membuat buku, sebelumnya kita harus melakukan penelitian diantaranya adalah analisis sasaran pembaca agar rancangan buku yang dibuat sesuai. Misalkan kita akan membuat buku berjudul “Penelitian Pengembangan”, kita harus meneliti siapakah sasaran kita yang biasanya membaca buku tersebut. Buku tersebut biasanya akan dibaca oleh mahasiswa, maka rancangannya harus disesuaikan.

Buku dikategorisasikan menjadi empat golongan, yaitu (a) buku teks pembelajaran adalah buku yang digunakan sebagai acuan wajib bagi satuan pendidikan dasar dan menengah atau perguruan tinggi yang memuat materi pembelajaran yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. Contoh: buku cetak; (b) buku panduan guru adalah buku yang memuat prinsip, prosedur, deskripsi materi pokok, dan model pembelajaran untuk digunakan oleh peserta didik. Contoh: bahan ajar, modul dan lain-lain, (c) buku pengayaan adalah buku tambahan yang memuat materi untuk memperkaya atau menambah ilmu pengetahuan dari buku cetak yang telah digunakan. Contoh: modul, LKS, buku intisari, RPUL; dan (d) buku referensi adalah buku yang berisi tentang informasi dan ilmu pengetahuan secara mendalam dan meluas. Contoh: ATLAS, buku kumpulan lukisan dan lain-lain.

Di zaman globalisasi saat ini, teknologi semakin lama semakin canggih. Buku yang dirancang untuk peserta didik agar peserta didik dapat belajar mandiri kini sudah dalam bentuk elektronik. Banyak aplikasi yang mendukung e-book. Sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan metode belajar online, tidak lagi secara konvensional atau perpaduan keduanya yang disebut dengan hybrid learning. Kemampuan dalam merancang buku harus dimiliki oleh seorang Teknolog Pendidikan/ punya TP.

Kesimpulannya, buku adalah kumpulan informasi di atas kertas-kertas yang disusun secara sistematis, dijilid, dan diberi sampul. Buku adalah sumber informasi dan ilmu pengetahuan sehingga merupakan salah satu sumber belajar bagi peserta didik. Dalam merancang buku harus disesuaikan dengan sasaran pembaca dan dalam bentuk yang menarik minat pembaca. Buku digolongkan menjadi 4 yaitu buku teks pembelajaran, buku panduan guru, buku pengayaan dan buku referensi. Di zaman teknologi canggih, kini buku sudah dalam bentuk digital atau yang disebut dengan e-book. Kemampuan merancang buku harus dimiliki oleh seorang Teknolog Pendidikan.

Referensi:

Sitepu, B.P. 2012. Penulisan Buku Teks Pembelajaran. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

Iklan

Tugas Individu Untuk Pertemuan VIII KSHP 2015

Tugas Individu Untuk Pertemuan VIII KSHP 2015

Nama              : Rizky Fajrina O. F.

No. Regisrasi   : 1215110574

Penelitian Meta Analisis

Menurut Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007 Meta Analisis adalah teknik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efect size. Efect size dicari dengan cara mencari selisih rata-rata kelas eksperimen dengan rata-rata kelas control, kemudian dibagi dengan standar deviasi kelas control. Effect size, yakni perbedaan kejadian efek antara kelompok.

Menurut Merriyana (2006: 104)  secara sederhana Meta Analisis dapat diartikan sebagai analisis atas analisis. Sebagai penelitian, Meta Analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Meta Analisis merupakan salah satu cara membuat rangkuman hasil penelitian secara kuantitatif. Gagasan Meta Analisis muncul dari Glass (1976) disajikan pada penemuan psikolog Amerika. Meta Analisis ingin menjawab pertanyaan: apakah ada perbedaan antara kelompok percobaan dan kelompok pembanding, jika didasarkan dari hasil-hasil penelitian yang terus bertambah dari  tahun ke tahun” (Sutrisno, 2007: 4-9).

Meta Analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya (Glass, 1981).

Sutjipto (1995) bahwa Meta Analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif.

Sugiyanto (2004) Meta Analisis merupakan studi dengan cara menganalisis data yang berasal dari studi primer. Hasil analisis studi primer dipakai sebagai dasar untuk menerima atau mendukung hipotesis,  menolak atau menggugurkan hipotesis yang diajukan oleh beberapa peneliti.

Jadi, Meta Analisis adalah suatu teknik penelitian dengan cara menganalisis sejumlah data statistik hasil penelitian dengan cara kuantitatif.

Tujuan Penelitian Meta Analisis

Tujuan meta-analisis pada umumnya tidak berbeda dengan jenis penelitian klinis lainnya, yaitu:

  • Untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel
  • Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan)
  • Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.

Selain itu, tujuan penelitian Meta Analisis menurut Borg (1983) bahwa, Meta Analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.  Menurut kesimpulan saya, tujuan Meta Analisis lainnya adalah untuk melengkapi maksud lain dari hasil penelitian, merangkum berbagai hasil penelitian dan sebagai dasar pendukung suatu hipotesis yang diajukan oleh peneliti.

Jenis Penelitian Meta Analisis

Terdapat beberapa jenis penelitian Meta Analisis yang dapat dilakukan dalam melakukannya bagi beberapa calon peneliti nantinya, diantaranya:

Penelitian Eksperimental

Penelitian eksperimental adalah metode ilmiah yang paling meyakinkan. Karena peneliti sebenarnya memberikan perlakuan yang berbeda dan kemudian studi efek mereka, hasil dari penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak interpretasi secara jelas.

Penelitian Korelasional

Jenis penelitian ini dapat membantu kita membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih ada hubungan dari beberapa tipe. Pendekatan ini memerlukan manipulasi tidak ada pada bagian peneliti selain melayani iklan-instrumen (s) yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang diinginkan.

Penelitian Penyebab-Perbandingan

Penelitian Penyebab-Perbandingan ini dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, ini disebut kembali pencarian kausal-komparatif. Namun demikian, meskipun masalah penafsiran, studi kausal-komparatif adalah nilai dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebab variasi yang diamati dalam pola perilaku siswa. Dalam hal ini, mereka sangat mirip dengan studi korelasional.

 Penelitian Survei

Penelitian survey merupakan metode menentukan data penelitian untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Hal ini disebut survei pencarian ulang. Ini macam pertanyaan terbaik dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar individu seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi. Ketika sebuah jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi, penelitian ini disebut wawancara. Kemudian tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam bentuk frekuensi atau persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu untuk setiap pertanyaan.

Penelitian Etnografi

Penekanan dalam jenis penelitian adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. Sebuah ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan sebagai dasar, para siswa dan guru dilibatkan mungkin diwawancarai dalam upaya untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang terjadi di kelas.

Penelitian Sejarah

Dalam jenis penelitian ini, beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar.

Penelitian Tindakan

Penelitian Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat.

Metode Penelitian Meta Analisis

Penelitian Meta Analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya.  Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat Ex Post Facto yang berbentuk survey dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu Meta Analisis:

  • Glass (1981) fokus pada deteksi dari moderator variabel.
  • Hedges dan Olkin (1985) memakai teknik weighted least squares
  • Rosenthal dan Rubin (1991) sama seperti Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test signifikansi untuk mengkombinasikan effect size
  • Hunter dan Schmidt (1990) bedanya dengan yang lain adalah metode ini berusaha mengkoreksi error potensial sebelum Meta Analisis mengintegrasikan effect study antar studi.
  • Analysis of Moderator Effects

Berikut ini adalah metode umum dalam Detecting/Assessing Moderator Effects

  1. Graphing – OLS regression
  2. Q Stastistics (chi-square test) – WLS regression
  3. Variance analysis – Partition test
  4. Outlier test
  • Mediator Assessment Methods

Merupakan teknik yang penting dalam metode Meta Analisis yang berfungsi untuk meng-address hubungan struktural, menganalisa apakah korelasi matriks dari populasi umum mendasari sebuah himpunan dari hasil empiris yang didapatkan. Ada dua alternatif pendekatan untuk mempelajari mediator effect, yaitu:

  1. Mengkombinasi dan menganalisa korelasi pengembangan Meta Analisis
  2. Studi koefisien secara langsung dari kepentingan sebagai effect size

Teknik Hunter dan Schmidt lebih sering digunakan karena teknik ini dianggap oleh para peneliti sebagai teknik yang  paling lengkap, karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size, teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement, maupun man made error (artifact) yang lain.

Hunter, J.E., & Schmidt, F.L.(1990 )mengemukakan langkah-langkah/metode analisis korelasi meta-analisis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Transformasi harga F ke dalam t, d, dan r
  2. Bare Bone Meta Analysis: Koreksi Kesalahan sampel
  • Menghitung mean korelasi populasi
  • Menghitung varians rxy
  • Menghitung varians kesalahan pengambilan sampel
  • Dampak pengambilan sampel

3. Artefak yang lain: Koreksi Kesalahan Pengukuran

  • Menghitung mean gabungan
  • Menghitung korelasi populasi yang dikoreksi oleh kesalahan pengukuran
  • Interval kepercayaan
  • Dampak variasi reliabilitas

Kesimpulan

Kesimpulannya, Meta Analisis merupakan suatu teknik penelitian dengan cara merangkum dan menanalisis dengan menggunakan data statistik dengan cara kuantitatif untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian yang bertujuan untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel.

Sumber

astvat-ereta.blogspot.com/2013/04/apa-sih-yang-dimaksud-penelitian-meta_5007.html diunduh pada Kamis, 09 April 2015 pukul 19:43 WIB

pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/05/meta_analisis.pdf diunduh pada Kamis, 09 April 2015 pukul 22:13 WIB

syehaceh.wordpress.com/2008/05/15/konsep-meta-analysis/ diunduh pada Kamis, 09 April 2015 pukul 19:43 WIB

Harapan saya mengikuti mata kuliah PBAC

Harapan saya mengikuti mata kuliah PBAC adalah

1. Saya mendapat pengetahuan baru tentang dunia buku khususnya buku dalam dunia pendidikan

2. Saya dapat membuat buku sesuai dengan baik dan benar serta sesuai dengan sistematika

3. Saya dapat menilai kriteria buku yang baik

Permen

Sejarah Perkembangan Permen

Para ahli pernah menemukan permen purba di Mesir sekitar 3500 tahun yang lalu. Dan di tempat yang lain juga pernah ditemukan gumpalan madu kering yang diduga dijadikan permen oleh manusia purba pada saat itu. Kegemaran yang awalnya hanya iseng belaka ini kemudian mendorong bangsa Mesir, Arab, dan Cina kuno untuk membuat racikan manisan madu dengan berbagai macam rasa. Mulai dari rasa buah buahan sampai kacang kacangan. Perkembangan pembuatan permen ini juga di pengaruhi oleh kebiasaan makan coklat yang di populerkan suku Indian, Aztec, dan Maya.

1828

Permen coklat pertama didunia diciptakan oleh seorang Belanda,Conrad J. Van Houten yang memeras biji coklat yang dimasaknya yang kemudian dicampur gula hingga menjadikannya permen.

1869

Thomas Adams, seorang Amerika yang menciptakan permen dari bahan karet.Penemuannya tak sengaja karena awalnya ia ingin membuat mainan hingga ban sepeda namun percobaannya selalu gagal.Ketika ia memasukan karet kedalam mulutnya timbulah ide untuk menambahkan rasa di karet itu hingga terciptalah permen karet. 1871 temuannya itu dipatenkan.

1875

Henry Nestle,seorang pembuat susu kental manis dan Daniel Peter, seorang pembuat coklat yang memadukan dua unsur ini menjadi satu dan mendirikan perusahaan coklat susu pertama didunia

1908

Lolly Pop, permen bertangkai ini diberinama oleh George Smith H, berdasarkan nama kuda balapnya. Tak banyak diketahui awal dari keberadaan permen lollipop ini. Nanum mesin pembuat permen Lolly Pop diciptakan oleh Samuel Born warga Amerika keturunan Rusia.

1912

Clarence Crene menciptakan permen mint, ia sendiri sebelumnya membuat permen coklat, namun karena permen coklat mudah meleleh pada saat musim panas akhirnya ia mencoba membuat permen dari bahan yang lain. Keberadaan permen mint itu sendiri sebenarnya sudah ada di daratan Eropa namun kebanyakan berbentuk persegi. Crene akhirnya mencoba membuat permen mint dengan bentuk yang lain yaitu bulat dan bolong ditengahnya. “Life saver” itulah nama awal permen ini disebut karena memang bentuknya mirip seperti pelampung atau ban menyelamat, dan sekarang permen ini lebih dikenal orang dengan sebutan permen polo.

cokelat…:)

Cokelat adalah sebutan untuk makanan yang diolah dari biji kakao.

Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian. Bahkan sebagai pernyataan cinta.

Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia, selain sebagai cokelat batangan yang paling umum dikonsumsi, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Biodata

Nama                          : Rizky Fajrina Oktaviani Farma

TTL                              : Jakarta, 26 Oktober 1993

Hobi                            : Membaca, nyanyi, gambar, dengerin musik, dan lain-lain

Makanan Favorit   : Nasi, seafood, coklat, es krim, permen, brownies (buatan

emak), dll

Film favorit             : The God Father, Sherlock Holmes, Identity, Bourney, dll